home Webmail Webmaster
  ENGLISH SITEMAP SITUS INTERNAL
LAPAN DIREKTORI
         
Earth’s climate is changing...    Greenhouse gases are accumulating...    Human activities are the cause...   

Jajak Pendapat

Dalam rangka adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, langkah mana yang paling strategis menurut anda:
 

Counter

Anda Pengunjung Ke : 191396
Perubahan Iklim Indonesia
Satelit NPP NASA Mengakuisisi Pengukuran ATMS yang Pertama
Sumber : NASA
 
GREENBELT, Md. -- Advanced Technology Microwave Sounder (ATMS) yang terdapat pada satelit pengamatan bumi terbaru NASA, NPP, mengakuisisi pengukuran pertamanya pada 8 November 2011. Citra yang diperoleh menunjukkan data kanal 18 ATMS, yang mengukur uap air pada atmosfer bawah. Badai tropis Sean terlihat pada data, berwarna biru, di Atlantik pantai tenggara Amerika Serikat. Data diproses di  NOAA Satellite Operations Facility (NSOF) di Suitland, Md.
Selengkapnya...
 
NASA menyebut satelit pengamatan bumi terbaru sebagai ‘Penjaga Hidup Planet Kita’
sumber : voanews

Apakah Anda bertanya-tanya pagi ini, apakah Anda harus membawa payung sebelum meninggalkan rumah? Atau apakah isu tentang sinar ultraviolet atau kualitas udara akan menimbulkan masalah tertentu, jika Anda harus berada di luar sepanjang siang? Atau untuk beberapa pertanyaan yang lebih serius, apakah kebakaran atau banjir akan melanda kota Anda? 
Selengkapnya...
 
Bagaimana Gunung Berapi mempengaruhi Iklim -- dan Curah Hujan
Sumber : http://news.discovery.com/earth/how-volcanoes-affect-climate----and-rainfall.html

Analisis oleh John D. Cox


Erupsi terus-menerus dari gunung Merapi di Jawa Tengah mengancam ribuan penduduk Indonesia. Dampak langsung terhadap manusia terlihat jelas. Sementara dampak gunung berapi dalam jangka panjang terhadap iklim dan cuaca kurang terlihat jelas.
Ilmuwan kebumian telah mempelajari kemampuan erupsi gunung berapi untuk melempar dengan dahsyatnya, menghalangi matahari, menyelimuti atmosfer sehingga mendinginkan iklim, sedikitnya selama setahun atau lebih.
Letusan paling terkenal, erupsi tahun 1815 dari gunung Tambora di pulau Sumbawa Indonesia menyebabkan “tahun tanpa musim panas” yang terkenal hingga ke seluruh dunia di tahun 1816, ini akan menjadi kurun waktu  sebelum fisikawan William Humphreys dari  U.S. Weather Bureau mampu menempatkan dua peristiwa bersamaan secara ilmiah.
Selengkapnya...
 
Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan Nasional
Sumber : http://www.faperta.ugm.ac.id/dies/eka_prof_didik.php

Isu perubahan iklim (climate change) dewasa ini telah mengalami transformasi dimensi isu dari yang bersifat global menjadi isu strategis nasional. Persoalan ini merupakan sebuah kewajaran mengingat perubahan iklim yang memiliki dampak terhadap kepentingan nasional sebuah negara. Salah satu kekhawatiran terbesar dari perubahan iklim adalah dampaknya terhadap pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Terdapat beberapa hasil penelitian yang mengindikasikan pengaruh negatif dari perubahan iklim terhadap produktivitas pertanian. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran besar mengingat kebutuhan akan pangan terus meningkat sejalan dengan peningkatan populasi manusia di muka bumi yang pada tahun ini saja diprediksi akan mencapai 7 miliar jiwa. Hasil penelitian Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2010 menginformasikan bahwa mulai tahun 2030 mendatang, akan terjadi bencana kelaparan global yang dialami oleh beberapa negara berkembang di kawasan Asia, Afrika dan Amerika Latin. Kondisi tersebut merupakan dampak dari produksi pangan yang lebih rendah dari permintaannya serta diperparah oleh fenomena perubahan iklim global.
 
Selengkapnya...
 
Menyimak Krisis Iklim dengan Satelit
BRIGITTA ISWORO LAKSMI

Sumber: Kompas

Hasil penelitian Profesor Galen McKinley dari Universitas Wisconsin di Madison, AS, menyebutkan, kenaikan temperatur air dan udara memperlambat penyerapan gas karbon di laut pada zona subtropis. Sementara hasil penelitian Kees Jan van Groenigen, profesor dari Trinity College Dublin, Irlandia, mengungkapkan, peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida (CO) selama lebih dari 50 tahun ini telah mempercepat pelepasan gas metana (CH) dan nitro oksida (NO) dari tanah (Kompas, 15/7).
Selengkapnya...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2